Kamis, 17 Januari 2013

semua "bilang"

Dia bilang "aku sayang kamu"
Dia bilang "aku tak ingin kita jalan masing-masing"
Dia bilang "aku kangen kamu"

Dia sering mengingatkan "jangan tidur kemalaman"
Dia sering mengingatkan "jangan lupa makan"
Dia sering mengingatkan "jangan lupa mandi"

Dia sering mencium keningku
Dia sering memelukku dari smping
Dia sering memeluk tangan ku saat diatas motor menikmati dinginnya malam banjarbaru. sederhana itu.


Sekarang
Dia bilang "kita putus"
Dia bilang "kita tak bisa sama-sama"
Dia bilang "aku sudah tdak punya rasa"
Dia bilang "pacaran itu cuma beban pikiran"

Semua itu hanya sebagian kecil dari ucapan yang sering dilontarkan oleh lidah tdak bertulang Dia.
"maaf" hanya itu yang bisa diucapkan ketika pembicaraan mulai memanas diantara kami
maaf maaf dan maaf begitu mudahnya dia bilang maaf stelah mimpi yang ku rangkai kemudian dihancurkan.
dia bilang maaf lagi ketika janji dan prinsip dikhianati. Hanya omong kosong semua.
Cinta yang dulu ku banggakan kini begitu tak berarti.
Cinta yang dulu tertunduk kini aku angkat dagu ketika cinta datang kembali.

Aku tegar dihadapannya dan aku bilang dengan angkuhnya "aku tidak akan kembali padamu" aku bilang "rasa ku juga telah mati karena pengkhianatan"
begitu tegar dan kuatnya aku memainkan drama ini, 
cinta, aku membencimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar