Minggu, 19 Mei 2013

That's right.
Bilang gak bilang, aku bakalan merasa kehilangan bukan? Ya aku kehilangan. Kamu.
Tuhan baik sempat mempertemukan kita yang berbeda pulau.

Kali ini ku injakkan kaki ku lagi di kota ini. Jogja. Ada yang membuat aku rindu akan kota istimewa ini ya keramahannya. Berjalan menuju Trans untuk pergi ke daerah dulu tempat aku tinggal. Pugeran. Jogja sama seperti dulu tidak berubah. Dalam trans terlihat ada perempuan thailand sendiri, ingin aku berbicara agar dalam trans tidak terlalu hening karena hari masih pagi dan orang-orang masih belum memulai aktivitas. But, i can't speak english . Haha
Stelah sampai di daerah dekat pojok benteng, yaaa ku rindukan ketika aku berjalan kaki setelah pulang dari kantor, menyapa orang-orang yang sedang melakukan aktivitas di sore hari. sampai lah aku di rumah sederhana, ya ini rumah babe, pemilik angkringan dekat kantor, beliau sungguh berbaik hati membantu ketika aku masih magang disini. Ibu, bagaikan seorang mama pengganti yang memperhatikan smpe sedetail-detailnya.
Setelah melepas rindu, ku langkahkan kaki menuju perjalanan selanjutnya.
Ya menjenguk kaka-kaka yang sedang kuliah diatas gunung sana. Kaliurang.
Satu hari aku disini, dan kesana kemari menancap gas dengan seorang kaka kelasku yang berbaik hati mengajak ku jalan-jalan.
Dsini rame, senyum dan sapaan yang selalu mengiringi perjalanan.
Yang awalnya tidak kenal, akhirnya kenal dan berteman.
Akhirnya mataku tertuju seorang laki-laki jangkung, yang sedang bermain bola dalam lapangan indoor.
Disinilah awal pertemuanku dengannya.
Sosok sederhana, berwajah lugu dan senyum yang selalu mengambang di wajahnya membuat mata ku enggan beralih.
Seorang laki-laki berasal dari kandangan dan kuliah dijogja.
Dari percakapan kecil hingga menjadi sedekat ini sudah ckup membuatku senang.
Tugu dan alun-alun selatan saksi tempat yang pernah kita kunjungi, sederhana. Tapi cukup membuat ku bahagia.
Bahasa banjar yang belum kamu pahami itu membuat aku tertawa. Wajah konyolmu ketika berbicara bahasa banjar itu tidak berhenti membuat senyum ini mengambang.
Dan hari sebelum pulang, masih teringat wajah tololmu.

jogja, aku merindukanmu dan dia. Ntah ini cinta atau hnya rasa yang berlalu. Kau pertemukan aku dengannya untuk sekejap melupakan masa lalu yang cukup menggores luka.
Aku masih ingin bersama, walau perbedaan kota ini dan waktu yang membuat aku lelah menunggu sapaanmu.
Aku tau ini tidak lama, hanya sebentar. Karena aku tau kehilangan pasti ada disetiap pertemuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar