Laras tidak pernah dapat restu dari orang tuannya untuk pacaran,
Saat SMP dia minta untuk diizinkan pacaran, tapi tetap saja dia dilarang dan taruhannya adalah berhenti sekolah. Tapi Moni nekat melanggar apa yang telah ditentukan oleh Bapaknya.
Laras punya kekasih bernama Andre, Laras sudah tau semua tentang Andre, Andre memang sudah bekerja walau Laras masih SMA kelas 1, Laras pernah bilang kalau dia dilarang untuk pacaran pada saat ini “mas, kalo bapak tau kita pacaran bagaimana ? sekolahku ancamannya”, “kamu tetap akan sekolah, aku yang akan membiayai semua sekolah kamu” ucap Andre kepada Laras, Laras meyakinkan dirinya kalo Andre lah pasangan hidupnya. Tempat tinggal Andre tidak jauh dari tempat tinggal Laras, terkadang ketemu saja mereka malu-malu, karena takut ketahuan.
Andre mencoba untuk mengambil hati keluarga Laras, tapi Andre mengambil hati adik bapaknya dulu, dan akhirnya luluh, dan Andre berani untuk ke rumah Laras untuk menemui keluarga Laras, dan akhirnya semua keluarga Laras luluh untuk menerima Andre dikeluarga mereka.
Andre juga membiayai sekolah Laras sampai kuliah tapi pada suatu ketika saat Laras dan Andre telah mengikat hubungan dengan Cincin, tiba-tiba Bapak Andre tidak setuju kalau Andre masih menjalani hubungan dengan Laras, Laras terkejut mendengar cerita Andre, Andre tidak menyangka kalau dia di jodohkan dengan anak dari Teman rekan bapaknya. Laras hanya bisa sabar menerima semua, karena ancaman bapak Andre jika tidak mau menikah dengan calon yang sudah dipilihkan bapaknya, bapaknya akan mengancam bunuh diri, ini semua membuat Andre tertekan, bingung diantara dua pilihan dia memilih cintanya kpada Laras atau Bapaknya ? tapi Laras tidak ingin melihat Andre tertekan dan akhirnya ia memilih untuk mengalah, dan menyuruh Andre untuk tetap mengikuti kemauan bapaknya. Wajar kalau Bapakya menjodohkan Andre dengan perempuan yag sudah ditentukan karena dia lebih kaya dari Laras.
Walau Bapak Andre mengekang hubungan mereka, mereka tetap menjalani hubungan lewat surat-suratan karena Andre masih diluar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Selama seminggu Laras sementara pergi keluar kota untuk mengikuti Test, tiba-tiba saat ia pulang ke kampung halamannya tiba-tiba ia kaget melihat ada Tenda Biru didepan rumah Andre, ia bertanya pada pada Ibunya “bu, siapa yang nikah ?”, “sabar ya sayang ynag menikah adalah Andre” ucap ibunya. Laras tak tau harus berbuat apa, melihat tenda didepan rumahnya, padahal mereka blum memutuskan hubungan mereka, kenapa tiba-tiba ia tinggalkan Moni tanpa sepengetahuan Moni. Moni tak bisa meneteskan Air mata, ia hanya terdiam, ia bingung apa ia harus pergi ke Pernikahan Kekasihnya, melihat kekasihnya bersanding dengan perempuan lain ?
Laras tetap kuat, ia pasti bisa jalani hidup Andre yang sudah menemaninya selama 4 tahun, ia memutuskan untuk pergi melihat pernikahan Andre.
Disaat Laras bersaliman dengan Andre, Andre berkata “kamu tinggal dimana?”, Andre seolah-olah lupa dengan Laras, Laras hanya menjawab tempatnya tidak jauh dari sini. Tapi disaat mereka bersaliman walau Andre saat itu tidak mengenal Laras, Laras merasa ada ikatan batin di diri Andre saat bersalaman, tetap saja Andre tidak mengenanlnya.
Sesudah bersalaman, Laras bersalaman dengan Ibu Andre, hanya dia yang menyetujui hubungan Laras dengan Andre ibunya berharap Laras lah yang menjadi menantunya kelak, ibunya hanya menangis saat melihat Laras.
Sesudah pernikahan Andre, Andre mencari Laras “Laras mana ?” seolah-olah seperti dia tidak sadar kalo disaat pernikahan bukan Laras yang berada disampingnya tapi perempuan lain yang tidak dicintainya. Tapi apa daya Izab Kabul sudah ia ucapkan.
Dirumah Laras memandang Cincin pemberian Andre, betapa hancurnya perasaan Laras saat itu ia memutuskan untuk menjual Cincin tersebut agar ia gak sakit kalo meliat cincin itu.
Laras hanya bisa bersabar-sabar dan sabar mencoba mengikhlaskan semua, mungkin ini takdir. Orang-orang dissekiar ia pun hanya bisa mengucapkan ‘sabar’ dan Laras juga hanya bisa sabar.
Waktu berjalan ..
Andre sudah tidak ada disini lagi, ia mengikuti Istrinya ke luar daerah dan meninggalkan Ibu Andre yang tinggal sendiri dirumah saat suaminya sudah meninggal dunia. ibu Andre sering berkunjung ke rumah Laras. Sampai-sampai ia berkata “andai saja Laras yang menjadi menantuku, pasti aku tidak akan ditelantarkan seperti ini” ibunya hanya menangis, dan Laras hanya bisa menenangkan hati mantan calon mertuanya karena menantunya tidak mengurus mertuanya yang sudah mulai sakit-sakitan.
Disaat semua sudah dijalani, Laras bertemu dengan Tyo, Mereka sudah lama kenal dan sudah lama juga musuhan karena sering berkelahi. Tyo adalah orang yang pintar dikelasnya. Sebenarnya Tyo menyukai Moni, dan Moni juga sempat menyimpan rasa, tapi mereka taku t mengungkapkan perasaan mereka karena Moni saat itu masih dimiliki Andre.
Sampai mereka beranjak SMA mereka sering pulang sekolah bareng, sampai-sampai bapaknya Moni tau dan marah-marah pada Moni karena pulang sekolah sama laki-laki. Dan sekarang mereka tetap pulank sama-sama tapi saat di pertigaan Komplek rumahnya mereka berpisah supaya tidak ketahuan.
Saat Andre telah pergi, Tyo lah yang mengisi kekosongan hati Laras.
Suatu ketika cobaan datang lagi kepada Laras, saat Laras disawah untuk bekerja menjaga burung tiba-tiba ia menerima telpon dari temanya Tyo
“sabar ya Laras...” ucap temannya
“iaaa, eang ada apa ?”
“tapi kamu jangan kaget...?”
“iaaaa ada apa emangnya ?”
“Tyo masuk rumah sakit..”
“hah? Tyo sakit apa ?” dengan nada kaget,
“diaaaaa.. dia kecelakaan”
Laras hanya diam saat mendengar berita tersebut, tiba-tiba Ade laras berteriak-teriak memanggil Laras
“mbaaa, foto Mas Tyo jatuhhhh....!!!”
Laras sudah panik bingung pikirannya kacau, perasaannya sudah tidak enak memikirkan keadaan Tyo,
Laras Pulank ke rumah Tyo, Laras hanya diam, tiba-tiba Sms tiba diHpnya ..
Berisi “sabar ya Laras, dia sudah tiada”
Laras diam, tidak berkata apa-apa, duduk didepan TV menonton TV tapi pandangannya kosong, saat ibunya datang untuk melihat Laras, ibu Laras bingung melihat anaknya dan bertanya kpada Laras apa yang sedang terjadi. Laras menunjukkan sms dari Teman Tyo tersebut, Ibunya Kaget dn langung memeluk Laras.
Laras ingin pergi menghampiri Tyo diluar Kota tapi keluarga Tyo yang sudah terkumpul dirumah Tyo melarang Laras pergi karena sudah malam dan Jenazah Tyo sedang dalam perjalanan kemari.
Laras terdiam didalam Kamar Tyo, memandang semua yang ada didalam kamar. Laras merasa Tyo masih ada disini menemaninya. Laras hanya bisa melamun. Dan mungkin jika Setan lewat Laras pasti Kesurupan.
Laras sadar saat mendengar suara Ambulan yang sedang menuju kemari, Laras langsung keluar dan menghampiri Jenazah yang sedang diturunkan dari Mobil. Suara tangingan keluarga mengisi keheningan dalam rumah.
Sebelum itu, Teman Tyo yang terakhir bertemu dengan Tyo menunjukkan SMS dari Tyo yang berisi
“Tolong, Pakaian yang ada dibadanku jangan dilepas dan dicuci kecuali Laras yang melepas dan mennyucikan pakaianku”
Jenazah Tyo belum dimandikan, sebenarnya Laras tidak sanggup. Tapi Kyai yang sedang berada disitu meminta Laras untuk melepaskan pakaian alm.Tyo, karena itulah permintaan terkahir alm.
Disaat menggunting pakainnya, Laras terasa menggunting badan kekasihnya. Dia tidak tega.
Dijari kelingking Tyo ada Cincin emas yang ia gunakan, Laras melepaskan Cincin tersebuat dan melihat ada nama mereka di Cincin tersebut.
Saat pakaian alm dicucikan semua orang* melihat saat pencucian pakaian alm, sampai* ibu alm Tyo pingsan selama 3x, karena tidak sanggup untuk melepas kepergian anak bungsu laki-laki yang paling ia sayangi.
Laras mencuci dengan perasaan campur aduk, tidak ada Air Mata Laras yang mengiringi kepergian sang kekasih semua air matanya tidak bisa Laras keluarkan, seperti menumpuk dikantung mata. Pandangannya kosong sambil mengucek pakaian yang penuh darah, ia tidak merasa jijik karena darah yang sudah penuh dibak air jernih yang sudah berubah menjadi darah.
Sedangkan orang* disekitar melihat laras tidak sanggup mencium bau darah tersebut.
Cincin yang dilepas dari tangan alm, Laras simpan tanpa harus dicuci, biarkan darah yang ada menempel pada Cincin tersebut agar Laras merasa Tyo selalu ada dihatinya.
Sudah berlalu hari lamanya, Laras selalu mengunjungi Rumah Tyo dan terkadang tidur dikamar Alm. Keadaan diamar Alm tidak berubah persis seperti dulu, Laras merasa Tyo masih bersamanya.
Sekarang Laras sudah menemukan pasangan hidupnya, semua yang ia alami sakit hatinya sudah ia ceritakan semua kepada suaminya, Laras hanya ingin mau lagi ditinggalkan orang yang ia sayangi. Dan terkadang saat pulank kampung Laras dan suaminya singgah ke rumah Alm.Tyo dan tidur dikamar Alm, sampai sekarang Laras masih merasa Tyo selalu berada disampingnya dan cincin yang diberikan Alm masih disimpannya.



